16/06/2021

Hallo Indonesia

Hallo Indonesia

Sake, Minuman Khas Jepang yang Wajib Kalian Coba !!

9 min read

Setiap negara punyai minuman khas tersendiri, terlebih berasal dari style alkohol. Di Indonesia kita mengenal minuman sejenis arak atau tuak. Di negara barat tersedia anggur atau wine. Selanjutnya di Jepang kita mengenal tersedia sake yang benar-benar melegenda.

 

Nah, terhadap artikel ini kita bakal mengulas seluk-beluk sake merasa berasal dari sejarahnya sampai style dan tingkatan berasal dari minuman fermentasi beras ini. Berikut ulasan lengkap sake yang konon termasuk jadi minuman favorit para samurai di masa lalu.

Sejarah Minuman Sake

Awal mula sake mampu diamati berasal dari masuknya beras ke Jepang kira-kira 4.800 SM. Sayangnya pengembangan sake hanya dilaksanakan di Jepang sepanjang ribuan tahun. Berikut ulasan singkat perihal histori sake.

 

  1. Periode Yayoi – Nara (400 SM – 794)

 

Pada periode ini sake baru saja ditemukan dan diolah bersama cara tradisional. Beras yang udah dimasak dikunyah oleh pria dan wanita yang kerja di Jepang lalu disimpan di dalam kendi atau wadah keramik besar. Nasi yang lembek memiliki kandungan enzim alami yang sebabkan total nasi mengalami fermentasi. Proses ini bakal menghasilkan Kuchikami-no-sake.

 

Proses pengolahan sake bersama cara ini konsisten berlanjut sampai masa Nara (710-784). Selanjutnya pembuatan dilaksanakan bersama pemberian koji atau sejenis jamur atau ragi yang didatangkan berasal dari Tiongkok. Dari sinilah industri sake merasa berkembang bersama pesat.

 

  1. Periode Sengoku (1467 -1603)

 

Periode Sengoku dikenal sebagai periode pertumbuhan sake yang benar-benar pesat. Awalnya sake hanya dibikin para biksu untuk mengimbuhkan persembahan terhadap dewa Shinto. Namun, memasuki abad ke-16, sake merasa dibikin untuk disediakan ke penduduk banyak.

 

Seiring bersama menjamurnya area memproduksi sake, tiap-tiap area jadi punyai sake bersama cita rasa yang berbeda-beda. Pengguna style beras, air, dan ragi memilih cita rasa berasal dari sake. Pada masa ini dimaksudkan termasuk metode pengolahan sake bersama menguliti beras sampai beberapa kali untuk mampu beras bersama kemurnian tinggi.

 

  1. Periode Edo (1603 – 1868)

 

Pada periode Edo sake konsisten berkembang ke arah yang lebih baik. Kalau awalannya minuman ini disediakan dalam bentuk nigori sake atau sake yang masih punyai partikel nasi. Saat masa Edo penduduk merasa tidak menyukainya dan punyai sake yang tidak benar-benar manis bening.

 

Pada periode inilah penyaringan dilaksanakan oleh pabrikan. Penyaringan dilaksanakan bersama abu. Dari penyaringan inilah dihasilkan sake yang jernih dan tidak benar-benar manis. Sake style ini diberi nama sumi sake atau seishu. Oh ya, di masa modern, penyaringan ini dikenal bersama nama carbon filtration.

 

  1. Periode Meiji (1868 – 1912)

 

Era Meiji dikenal sebagai masa yang kebarat-baratan. Banyak hal berkiblat berasal dari Amerika dan sekitarnya. Meski demikian, terhadap masa ini sake merasa dikenalkan ke dunia internasional dalam acara Vienna International Exposition tahun 1873.

 

Saat itu sake dikenalkan bersama nama Nihonshu yang berarti Sake Jepang. Sejak diperkenalkan inilah sake diekspor terbatas ke seluruh dunia termasuk Amerika dan kawasan Asia Tenggara. Di Jepang, pabrikan sake konsisten berkembang sampai kala masa Meiji tersedia kira-kira 27.000 pabrik yang menghasilkan sake terbaik.

 

  1. Periode Showa (1926 -1989)

 

Pada masa Showa pemberian pajak untuk produsen diberlakukan. Semakin murni sake yang dijual, pajaknya makin besar. Dampak berasal dari situasi ini adalah banyaknya produsen mencampurkan sake bersama air. Aturan ini selanjutnya terhenti setelah pajak yang diberlakukan dihitung berasal dari banyak volume sake yang dijual.

 

Kemelut memproduksi sake konsisten berlanjut kala pemerintah memberlakukan grading atau tingkatan kualitas berasal dari sake. Pajak besar bakal diberlakukan ke produsen yang menghasilkan sake premium. Aturan ini merugikan pabrikan kecil yang tidak kuat membayar pajak meski sakenya premium. Mau tidak rela sake itu dijual tidak mahal untuk jauhi pajak yang besar.

 

Saat Perang Dunia II pecah, pabrikan sake banyak yang tutup karena hancur dan beras untuk memproduksi tidak ada. Total hanya tersedia kira-kira 3.000 yang tersisa dan sebabkan sake bersama campuran alkohol sulingan yang didapat bersama harga murah. Berangkat berasal dari sini sake kualitas rendah banyak yang dicampur alkohol kala produksi.

 

  1. Periode Heisei (1989- sekarang)

 

Pada periode moderen sake merasa berkembang bersama menambahkan aroma dan rasa. Hal ini dilaksanakan untuk menarik wanita ikut mengonsumsi jug minuman ini. Awalnya sake lebih banyak dikonsumsi oleh para pria.

 

Pada periode ini grading kualitas sake ditentukan berasal dari bahan baku terlebih beras. Beras yang digiling beberapa kali sampai lapisan luarnya tipis diakui paling baik dan menghasilkan sake unggulan.

 

Oh ya, terhadap periode ini pemerintah Jepang konsisten berupaya milenialnya minum alkohol memproduksi dalam negeri. Meski di luar Jepang terkenal, generasi mudanya justru memilih bir atau anggur.

 

Komponen Penting dalam Membuat Sake

 

Membahas histori sake tidak lengkap kalau belum mengulas komponen perlu berasal dari pembuatan minuman nasional Jepang ini, berikut selengkapnya.

  1. Beras

 

Beras benar-benar perlu karena bahan utama ini tidak mampu digantikan. Dalam pembuatan sake tersedia beras style tertentu yang tidak mirip bersama beras mengonsumsi biasa. Saat ini tersedia kira-kira 80 beras sake atau saka mai. Dari style beras sake yang paling terkenal adalah Yamadanishiki, Gohyakumangoku, Miyama Nishiki dan Omachi.

 

Beras style ini dikenal benar-benar keras dan kuat. Dengan kebolehan yang besar, kala digiling beberapa kali sampai kehilangan 30-60 % permukaan tidak bakal pecah. Beras biasa bakal langsung pecah kala digiling beberapa kali untuk menghilangkan kulit ari dan partikel lain supaya beras murni dihasilkan.

 

Semakin banyak beras digiling dan dihilangkan permukaannya, makin tinggi kualitasnya. Sake yang nantinya dihasilkan bakal punyai kualitas tertinggi karena punyai rasa dan aroma premium.

 

  1. Air

 

Dalam pembuatan sake, air memegang peranan yang benar-benar penting. Sejak pencucian beras, memasak beras, fermentasi bersama koji lalu ditambah ragi, lalu pengenceran yang dilaksanakan kala produk bakal dijual. Air yang memiliki kandungan banyak mikronutrien bakal sebabkan koji enteng tumbuh dan menyelimuti nasi yang di awalnya udah dimasak.

 

Salah satu area di Jepang yang menghilangkan air paling baik terletak di Prefektur Hyogo. Di sini airnya punyai takaran nutrisi yang lengkap supaya sake yang dibikin bakal punyai rasa terbaik. Oh ya, karena air paling baik dijadikan di sini Prefektur Hyogo punyai kuantitas produsen sake terbanyak di Jepang.

 

  1. Proses Fermentasi

 

Proses fermentasi dilaksanakan bersama menyiapkan beras terlebih dahulu. Beras yang udah dibuang lapisan luarnya didiamkan dahulu untuk menyerap kelembapan dan tidak pecah kala dibersihkan bersama air. Selanjutnya pencucian dilaksanakan dan berlanjut menanak nasi.

 

Setelah nasi matang sempurna (tidak benar-benar keras dan lembek) dan dingin,  pemberian koji bakal dilakukan. Koji atau Aspergillus oryzae ditaburkan ke nasi lalu dibiarkan sepanjang 5-7 hari. Selanjutnya air dan ragi style Saccharomyces cerevisiae dicampurkan. Proses ini terjadi 7 hari sebelum dipelihara di lebih dari satu area terpisah dan menghasilkan sake.

 

Sake yang dihasilkan biasanya punyai takaran alkohol tinggi. Tahap sesudah itu adalah pengenceran supaya takaran alkohol tidak lebih berasal dari 20 % atau tidak cukup berasal dari 15 persen. Beberapa sake moderen termasuk tersedia menambahkan rasa dan aroma.

 

Sake yang dijual termasuk diklasifikasikan berdasar style beras yang dibikin lalu tersedia atau tidaknya campuran alkohol suling. Semakin tidak alami sake yang dijual harganya bakal rendah dan kualitasnya turun. Sebaliknya kalau kualitasnya unggul dan tidak tersedia campuran apa-apa, harganya mampu tinggi.

 

  1. Pematangan

 

Beberapa style sake disimpan dahulu untuk pematangan sepanjang 9-12 bulan. Pematangan ini bakal menguatkan rasa dan termasuk karakteristiknya. Oh ya, meski sake perlu tahap pematangan, setelah dikemas perlu langsung diminum. Jangan samakan sake bersama wine yang disimpan sampai puluhan tahun lebih nikmat.

 

Fakta Unik berasal dari Sake

 

Sake adalah minuman beralkohol asli Jepang yang udah diproduksi sejak ribuan tahun silam. Minuman ini punyai keunikan tersendiri dibandingkan wine atau bir. Berikut keunikan berasal dari sake yang perlu kita ketahui bersama.

 

  1. Pembuatan Sake Dilakukan oleh Banyak Orang

 

Pembuatan sake dibagi jadi dua, pertama dilaksanakan secara tradisional dan yang kedua secara modern. Pembuatan secara moderen dilaksanakan bersama pemberian mesin supaya lebih dari satu pekerjaan yang kerap dilaksanakan oleh manusia mampu terbantu.

 

Di lebih dari satu daerah, sake masih dilaksanakan secara tradisional oleh puluhan orang. Selama sebabkan sake, seluruh orang bakal berkumpul di pabrik sepanjang 6 bulan untuk menegaskan produknya dibikin bersama sempurna. Biasanya Oktober sampai medio April, puluhan orang bakal sebabkan sake dan jauh berasal dari keluarga.

 

Kejadian ini adalah hal yang biasa bagi keluarga pembuat sake. Apalagi kalau sampai jadi seorang master, mereka bakal punyai kebanggaan sendiri dan dihormati oleh orang lain.

 

  1. Sake Memiliki Sake Master

 

Seperti halnya wine, sake termasuk punyai master atau orang yang melaksanakan peracikan. Biasanya mereka bakal punyai kultur ragi tertentu yang digunakan untuk sebabkan sake. Selain itu, style beras yang digunakan serta aid termasuk memilih kualitas produk yang dihasilkan.

 

Semakin tinggi produk sake yang dihasilkan, seorang master sake atau Toji, mereka bakal dihormati. Oh ya, tugas berasal dari Toji tidak hanya menegaskan rasa saja. Namun, mereka perlu menegaskan seluruh sistem pembuatan terjadi bersama lancar dan pegawai yang ikut serta mampu mobilisasi tugasnya bersama sempurna.

 

  1. Beras Harus Digiling Beberapa Kali

 

Ketika baru saja dipanen kita bakal beroleh gabah atau beras yang masih punyai kulit. Selanjutnya beras digiling untuk dilepaskan kulitnya dan jadi beras tanpa kulit. Beras style ini masih punyai lapisan protein atau lemak. Lapisan ini bakal sebabkan kasus rasa terhadap sake kala diolah.

 

Itulah kenapa penggilingan atau pemolesan beras dilaksanakan supaya anggota kulit ari hilang. Semakin banyak kulit ari yang dibuang, makin murni beras yang bakal dihasilkan. Beras bersama style ini digunakan untuk sebabkan sake bersama kualitas terbaik.

 

  1. Sake Memiliki Kandungan Alkohol Tertinggi

 

Dibandingkan bersama minuman beralkohol lainnya, sake punyai takaran alkohol atau alcohol by volume (ABV) yang tinggi. Bir biasanya memiliki kandungan alkohol kira-kira 3-9 persen. Selanjutnya, anggur atau wine kira-kira 9-16 persen. Sake punyai persentasenya yang jauh lebih besar.

 

Setelah diproses dan difermentasi biasanya alkohol berasal dari sake berada di atas 20 persen. Pemerintah Jepang tidak memperkenankan minuman bersama takaran alkohol tinggi, selanjutnya sake dicampur bersama air supaya takaran alkoholnya berada terhadap kisaran 15-20 persen.

 

  1. Wanita Menjadi Pembuat Sake di Masa Lalu

 

Sebelum abad 16 dan 17, sake dibikin secara tradisional oleh wanita. Toji bakal sebabkan sake yang diminum untuk keluarga dan dijual kepada orang lain. Sayangnya profesi ini selanjutnya digantikan oleh pria sejalan bersama meningkatnya permintaan sake.

 

Saat ini Toji banyak didominasi oleh pria di pabrik tradisional atau modern. Toji wanita masih ada, tapi jumlahnya tidak banyak. Mereka lebih kerap pakai cara tradisional untuk menghasilkan sake khas keluarga yang tidak mirip bersama sake memproduksi massal.

 

  1. Memakai Ludah untuk Fermentasi

 

Sebelum penduduk Jepang mengenal ragi atau jamur yang digunakan sebagai kultur sake dan fermentasi, mereka pakai ludah. Biasanya lebih dari satu kelompok orang bakal mengunyah beras lalu menyimpan beras yang udah lunak dan tercampur enzim ini di wadah untuk dicampur adonan sake.

 

Enzim yang berasal berasal dari mulut bakal sebabkan nasi terfermentasi sempurna dan menghasilkan cairan bersama citarasa manis dan termasuk asam. Praktik pembuatan sake ini udah tidak dilaksanakan meski di lebih dari satu area selamanya melakukannya sebagai tradisi.

 

  1. Sake Bisa Disajikan Hangat

 

Sebagian besar minuman beralkohol disediakan langsung atau dingin bersama disimpan di dalam lemari es. Sake mampu disediakan dingin dan termasuk hangat supaya mampu dinikmati bersama lebih dari satu style makanan atau musim.

 

Tren mengonsumsi sake hangat di mulai sejak masa Heian kira-kira abad 8-12 Masehi. Sake panas disebut Joukan cocok dimakan bersama ikan atau yang berlemak. Selanjutnya sake yang hangat atau nurukan mampu dikonsumsi bersama sake.

 

  1. Westernisasi Menggerus Industri Sake

 

Sejak tahun 1970-an westernisasi menggempur Jepang. Akibatnya banyak sekali penduduk yang memilih minum bir atau wine alih-alih sake. Bahkan, penurunan ini mampu lebih berasal dari separuh kalau dibandingkan bersama lebih dari satu dekade ke belakang.

 

Meski popularitas berasal dari sake turun di negeri asalnya, di luar negeri terlebih Amerika justru meningkat. Saat ini 90 % produk sake yang dijual di negara Paman Sam diproduksi oleh pabrikan lokal bersama penyesuaian rasa dan selera penduduk setempat.

 

  1. Sake Minuman Para Samurai

 

Pada abad ke 15 dan 16, Samurai masih banyak di Jepang san saling bertarung untuk mengambil atau melebarkan kekuasaan. Para samurai ini biasanya punyai petinggi yang menyuruh mereka menghabisi kelompok musuh.

 

Para samurai yang hidup di masa itu punyai satu rutinitas yang tidak mampu ditinggalkan. Biasanya sebelum perang mereka bakal minum 3 gelas sake. Dalam histori termasuk disebutkan kalau rutinitas minum sake ini udah benar-benar gawat supaya tersedia panglima perang yang mati akibat benar-benar banyak minum sake.

 

  1. Sake Tidak Bisa Bertahan Lama

 

Proses fermentasi sake sebenarnya tidak lama. Sama halnya bersama sebabkan tapai ketan, 2-3 hari saja bakal dihasilkan fermentasi yang baik. Setelah fermentasi terjadi, air yang dihasilkan bakal dihasilkan bakal disaring sebelum disajikan.

 

Beberapa style sake butuh fermentasi cukup lama sampai 1 tahun. Sake yang udah dijual di luaran sana biasanya tidak mampu disimpan lama. Satu tahun adalah kala yang lama.

 

Demikian ulasan perihal sake merasa berasal dari sejarahnya sampai style dan pembuatan. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda yang tertarik bersama hal-hal berbau Jepang atau punyai konsep dambakan menjelajah negeri sakura dalam kala dekat.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.