Cargonesia – Jasa pengangkutan barang dapat disebutkan adalah satu diantaranya pekerjaan budaya paling tua yang dipunyai manusia. Kendati amat sukar tentukan waktu kapan pertama kesibukan pengangkutan barang mulai dijalankan, akan tetapi sekurang-kurangnya kita bisa mendapatkan perihal ini tersurat dikupas dalam pelbagai catatan kuno.

Umpamanya yang ada dalam Kitab Ibrani, Sejumlah raja Pertama (Pasal 9 ayat 26-27), yang ceritakan usaha Nabi Sulaiman membuat armada dagang agar datangkan beberapa barang yang diperlukan bangsa Ibrani. Dalam Kitab ini dikisahkan jika untuk mengaktualkan impian itu, Nabi Sulaiman memohon pertolongan untuk Hiram, Raja Shur, biar jalankan armadanya sekalian latih bangsa Ibrani arungi lautan.

Hiram yang menolong Sulaiman membuat armada laut, yakni Raja Phoenicia dari Tirus (nama lain dari Sour atau Shur) menurut Kitab Ibrani. Hiram (huram atau horam) yaitu pula bersekutu dengan Daud. Hiram banyak menolong Daud dalam pembangunan Istananya dengan mengantarkan pekerja-pekerja yang cekatan. Sehabis kematian Daud, Hiram masuk ke persekutuan Sulaiman, yang paling menolongnya dalam membuat bait suci.

Peristiwa banyak mendata Phoenicia jadi bangsa maritim ulung yang kerjakan pelayaran pintasi benua dalam mengorkestrai perdagangan antara bangsa di era kuno.

Beragam penemuan arkeologi tunjukkan jika orang Fenesia bukan hanya mengatasi lokasi Timur tengah sampai Mediterania, dan juga sampai ke area Britania.

Soal ini, sama dengan yang disingkap oleh L. A. Waddell (1925), dalam bukunya “The Phoenician Origin of Britons, Scots serta Anglo-Saxons” sebagaimana berikut : “…saat ini diketemukan jika agama agung dari Aryan Phoenicians, yang disebutkan ‘penyembahan-matahari,’ dengan formalitas serta apa yang diyakininya yang baik mengenai tersedianya kehidupan sesudah itu, ialah kebangunan dari kematian, secara luas wajar diawalnya Inggris sampai waktu Kristen.”

Marsha E. Ackermann, dkk. dalam buku Encyclopedia Of World

History berkata: “…bangsa yang paling memengaruhi peradaban lain lewat perjalanan mereka merupakan beberapa orang Fenisia, beberapa orang pelaut serta petualang dari Lebanon kekinian yang bertempat sampai sepanjang Inggris serta merayapi seputar Sundul Afrika.

Beberapa orang Fenisia dipercayai melaut dari Lebanon (…) ke Inggris untuk timah, serta dicatat oleh beberapa orang Romawi.

Berkenaan waktu yang dipakai pelayaran, diekspos dalam Alkitab Ibrani, Sejumlah raja pertama (10:22), seperti berikut: “Dikarenakan di laut raja punyai beberapa kapal Tarsis masuk dengan beberapa kapal Hiram; serta sekali 3 tahun beberapa kapal Tarsis itu tiba bawa emas dan perak dan gading; kera serta burung merak.

Lama waktunya jam yang diperlukan dalam pelayaran itu tentu disebabkan pada periode itu pelayaran kapal sangatlah tergantung pada tenaga angin.

Untuk ketahui jarak menempuh /hari banyak kapal kuno, saya mau ajak pembaca menyimak jarak serta waktu yang dipakai pelayaran yang dikabarkan Fa Hsien (biksu Cina yang pelawat ke Asia Tenggara serta India di masa kelima) dalam catatannya, kalau pelayaran dari Yeh-p’o-t’I (satu tempat di Nusantara, beberapa pakar biasa mengidentifikasinya dengan Jawadwipa) ke Kanton kebanyakan habiskan waktu lebih kurang 50 hari pelayaran.

 

 

Peristiwa Pengantaran Barang di Indonesia

Peristiwa Berdirinya Layanan Pengantaran di Nusantara
Riwayat berdirinya layanan pengangkutan yang pertama Indonesia diawali pada era penjajahan Belanda. Pada kala penjajahan VOC, ialah lebih kurang tahun 1602, semuanya orang yang pengin kirim surat mau tidak mau harus memercayakan nya ke Stadsherberg atau gedung pemondokan kota.

Cara tadi sesungguhnya begitu tidak efisien, dan orang Gubernur Jenderal namanya Gustaaf Willem Baron van Imhoff terganggu untuk membikin layanan pengangkutan yang lebih efektif, aman dan terjaga.

Menjadi info, Baron van Imhoff yang terlahir di Frisia Timur, 8 Agustus 1705 sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-27 yang memerintah sekitaran tahun 1743 sampai 1750.

Tahun 1746
Diawali dari inspirasi si Gubernur Jenderal itu, pada akhirnya di tahun 1746, benarnya di tanggal 26 Agustus di Batavia dibuat kantor pos pertama di Indonesia.

Dengan berdirinya kantor pos itu, jadi pengantaran barang jadi lebih efektif, di mana penduduk jadi kian ringan dan merasakan aman sewaktu kirim beragam document penting tak mesti cemas serta ketakutan.

Tahun 1750
Berdirinya layanan pengantaran di Indonesia itu lantas bersambung di mana pada kurang lebih tahun 1750 atau empat tahun sejak mulai berdirinya kantor pos di Batavia, dibikin cabang kantor pos di Semarang.

Pembangunan kantor pos cabang di Semarang itu bertambah memberi udara segar untuk kemajuan layanan pengangkutan di Indonesia.

Pembangunan cabang kantor pos di Semarang itu bisa dibuktikan memberinya efek positif dengan menolong pemercepatan pengantaran.

Tentunya hal semacam itu disongsong dengan baik sekali oleh orang. Jurusan pengangkutan yang dilintasi Pos Indonesia waktu itu yakni Pekalongan, Cirebon serta Karawang.

Tahun 1808
Dalam peristiwa jasa pengantaran di Indonesia itu, ada nama Daendels dalam jalan ceritanya. Di mana di tahun 1808, kepimpinan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff tertukarkan oleh Herman Willem Daendels.

Nyata Anda ketahui siapa orang ini bukanlah? Ya, dia yang mempopulerkan struktur kerja rodi. Orang Indonesia pada era kepimpinan Daendels mesti merasai pahitnya kerja rodi.

Akan tetapi dibalik kejamnya siksaan kerja rodi yang telah dilakukan Daendels, struktur serta service pengantaran pula ikut makin bertambah baik. Sebab tersokong dengan infrastruktur yang sedang dilakukan Daendels itu.

Tahun 1875
Misalnya dengan ada pembangunan jalan dari Jawa Timur sampai Jawa Barat yang kian membantu proses pengantaran barang dari setiap wilayah.

Bersambung di tahun 1875, Pos Indonesia dibaurkan dengan dinas telegraf serta berpindah nama jadi Post En Telegraafdienst.

Imbas dari peleburan serta penggantian nama itu ikut berpengaruh di pertukaran kantornya, di mana pada awalnya kantor pos pusat ada di dalam Gambir, Jakarta, berganti ke kota Bandung.

Mulai saat itu Pos Indonesia berkembang bertambah cepat sampai selanjutnya berbeda status jadi Perusahaan Negara. Waktu itu Pos Indonesia jadi PN Postel, ialah Perusahaan Negara Pos serta Telekomunikasi.

Tahun 1965
Setelah itu pada tahun 1965 PN Postel merasakan pengubahan nama kembali, ialah jadi PN Pos serta Giro yang berpedoman dengan bertambah maju dan mengembangnya bagian komunikasi dan pos.

Tahun 1978
Di tahun 1978 Pos Indonesia kembali berubah nama dari PN Pos dan Giro jadi Perum Pos dan Giro dengan visi membetulkan pertalian dan kemampuan pengantaran dalam negeri luar negeri.

Tahun 1995
Sampai selanjutnya pada tahun 1995 Pos indonesia berubah nama jadi PT Pos Indonesia (persero) hingga sampai waktu ini. Saat ini Pos Indonesia sudah punya cabang di semuanya daerah NKRI, di mana sekurangnya 24.000 titik cengkauan pengantaran.

Layanan yang diberi lebih baik, tidak tahu itu service pra pengantaran, proses pengantaran sampai hingga masa pengangkutan.

By suyua