Proyek konstruksi pada zaman ini sangat gencar di kebut untuk berbagai kepentingan dan kegunaan nya. Proyek tersebut bisa dibuat untuk fasilitas umum seperti rumah sakit, jalan raya, bangunan kedinasan, dan lain sebagainnya. Namun ada proyek konstruksi yang di bangun untuk kepentingan pribadi seperti rumah tinggal, gedung perkantoran, dan lain sebagainnya.

 

Namun mau proyek konstruksi tipe apapun tetap memiliki tantangan yang sama dan terkadang menjadi masalah yang sangat serius. Tantangan tersebut adalah kondisi tanah yang tidak sesuai dengan standar keamanan dari sebuah tanah untuk di bangun sebuah bangunan di atas nya. Semua itu diperparah dengan luas tanah kosong yang semakin sempit kian hari nya. Jadi mengandalkan kekuatan tanah dari alam bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Maka dari itu diperlukan sebuah material yang berfungsi sebagai perkuatan tanah untuk di bangun sebuah proyek konstruksi di atas nya, namun material apakah itu?

 

Mengenal Material Geogrid

 

Geogrid adalah material HDPE yang berfungsi sebagai perkuatan tanah lunak untuk berbagai keperluan. Geogrid dapat digunakan untuk membantu mencegah longsor di tebing rapuh dan juga sebagai perkuatan tanah lunak agar dapat sesuai dengan standar keamanan sebuah bangunan dibangun di atas nya. Karena jika di paksakan sebuah tanah yang tidak stabil untuk dibangun sebuah bangunan, dikhawatirkan bangunan akan mengalami kegagalan struktur dan dapat berakibat fatal.

 

Geogrid sendiri memiliki cara kerja yang simple yaitu dengan mengunci material tanah dengan lubang yang ada di geogrid. Dengan itu kekuatan tanah bisa bertambah sangat drastis. Mekanisme tersebut bekerja dengan lebih baik jika geogrid digunakan sebagai perkuatan tebing, hal tersebut dapat terjadi karena geogrid disusun dalam beberapa layer di setiap beberapa cm timbunan.

 

Perbedaan Fungsi Dari Jenis jenis Geogrid

 

Seperti pada material perkuatan lain nya, geogrid juga memiliki beberapa jenis yang memiliki perbedaan fisik dan fungsi yang sangat mencolok. Namun apa saja jenis jenis dari geogrid tersebut?

 

  • Geogrid Uniaxial

Geogrid Uniaxial adalah jenis geogrid yang memiliki bentuk fisik berupa persegi panjang. Bentuk persegi panjang pada geogrid uniaxial bertujuan untuk meningkatkan interlocking antara tanah dengan partikel yang lebih kecil. Maka interlocking pada geogrid jenis uniaxial bisa lebih efektif. Maka dari itu geogrid jenis ini digunakan untuk perkuatan area tebing dan juga slope protection. Serta geogrid jenis uniaxial memiliki kuat tarik yang lebih tinggi dan kemuluran creep yang lebih rendah.

 

  • Geogrid Biaxial

Geogrid jenis biaxial adalah geogrid yang paling umum digunakan pada proyek konstruksi. Geogrid jenis ini memiliki bentuk persegi dengan panjang sisi yang sama persis. Karena itu geogrid jenis biaxial lebih direkomendasikan untuk dijadikan material perkuatan tanah pada area yang datar, seperti daerah rawa, berlumpur dan lahan gambut.

 

Apa Saja Kelebihan Dari Geogrid?

Dalam dua fungsi Geogrid di atas kita tahu kalau Geogrid memiliki kekakuan yang tinggi dalam menahan beban timbunan dan dapat  meningkatkan tahanan lateral pada tanah dasar. Namun kelebihan Geogrid tidak berhenti hanya disitu saja, seperti:

 

  • Struktur yang fleksibel

  • Tahan terhadap sinar UV

  • Harga yang lebih terjangkau

  • Kekuatan tarik yang tinggi

  • Pemasangan yang cepat

  • Tahan terhadap bahan kimia

By roket