Sebagian orang mengisi angin disaat ban dalam kondisi panas. Namun sebaiknya, dilakukan saat ban sudah dingin.

Cara mengisi angin ban tubles jangan disaat suhu panas. Saat ban dalam kondisi panas, tekanan udara didalamnya akan naik, sehingga terjadi pemuaian. Hal ini yang sering membuat bacaan oleh alat tekanan angin mengalami kesalahan.

Suhu juga sangat berpengaruh. Jika dalam kondisi dingin, menambahkan angin menjadi lebih maksimal dan sesuai dengan ukuran yang seharusnya.

Karena biasanya pemuaian tekanan angin ban bisa mencapai 3 hingga 4 Psi. Hal ini adalah dari ukuran sebenarnya.

Terutama jika Anda sedang melakukan perjalanan jauh, sebelum mengisi ulang maka diamkan terlebih dahulu sehingga tidak dalam kondisi panas.

 

Bolehkah Mengisi Ban Tubles Nitrogen dengan Angin Biasa ?

Mungkin sebagian dari Anda, menggunakan ban tubles ini saat kondisi mendesak. Kemudian menambahkannya dengan angin biasa.

Sebenarnya nitrogen memiliki kelebihan tidak mudah habis dan ban terasa ringan. Bahkan tidak menimbulkan karat. Ketika ban nitrogen bercampur dengan angin biasa maka manfaat tersebut tidak akan dirasakan.

Ketika keduanya bercampur, justru akan membahayakan saat Anda berkendara. Karena tekanan udara tidak akan stabil dan suhunya akan cepat panas. Cara mengisi angin ban tubles memang tidak sembarangan atau akan berakibat fatal.

Perbedaan tekanan udara tersebut juga membuat ban bisa meledak. Sebaiknya Anda memperhatikan ketika ingin mengisi ban tubles tersebut. Jika Anda mencampurnya dengan angin biasa, maka akan berdampak negatif.

 

Ban Tubles yang Kempes dan Tak Bisa Diisi Angin

Sebagian pengendara pasti pernah mengalami kempes, tapi tidak kudu panik. Masalah sanggup terdapat pada bagian pentil. Adanya sumbatan kotoran atau cairan anti bocor. Hal lain sanggup saja pentil sebetulnya telah rusak dan macet karena karatan.

Cara isikan angin ban tubles kudu memperhatikan katupnya. Pada saat ban kempes namun pentil tersumbat cairan, maka Anda akan mengalami kesusahan saat isikan ban. Selain itu pentil ban yang tidak ditutup, akan rawan masuk kotoran dan air berasal dari luar.

Salah satu solusinya adalah membersihkan dan mencabut bagian didalam pentil tersebut. Hal ini sesuaikan keadaan pentil ban. Jika drat pentil rusak maka sebaiknya menggantinya dengan yang baru.

 

Cara Merawat Ban Tubles

Dalam merawat ban tubles tidak begitu sulit. Namun sebetulnya butuh perawatan intensif untuk mempertahankan kenyamanan saat berkendara. Ban tubles miliki kepraktisan yang tidak menyulitkan saat terjadi kebocoran.

Apabila terjadi kebocoran, pengguna memadai menambal ban berasal dari luar saja. Ketika kondisinya telah mengalami pengurangan maka melakukan langkah satu ini yang pas sesegera mungkin. Sehingga tekanan senantiasa pas dan stabil.

Adanya pengikat antara bibir tempat tinggal roda dan ban atau bead, menyebabkan angin bertahan didalam ban.

Agar ban awet tidak cuman langkah isikan ban tubles maka melakukan langkah selanjutnya ini untuk merawatnya:

 

Cek Secara Rutin

Langkah perawatannya adalah mengeceknya secara rutin. Hal ini untuk paham kapan Anda kudu menggantinya.

Selain itu, menegaskan apakah ban telah gundul, kempes dan lain sebagainya. Karena pemeriksaan ini terkait dengan keselamatan Anda saat berkendara.

Setelah menerapkan langkah isikan angin ban tubles yang tepat, jangan lupa melakukan pemeriksaan pada tekanan angin. Pastikan apakah telah sesuai atau belum.

Jika kelebihan tekanan akan terasa kurang enak dan tidak mencengkram aspal. Anda kudu paham standar tekanan angin, baik ban depan maupun belakang.

Pada motor bebek idealnya 28 sampai 30 psi untuk bagian depan dan belakang 33 sampai 34. Sementara motor sport tekanan angin adalah 30 psi untuk ban depan dan 34 psi ban belakang dengan menggunakan flow meter.

 

Hindari Penggunaan Cairan Anti Bocor

Cairan anti bocor biasanya berupa gel dan sanggup berpotensi menyumbat pentil. Risiko ini sanggup timbul berasal dari langkah pemanfaatan pentil. Karena tidak mengalir, maka cairan selanjutnya menyumbat jalan pentil itu sendiri.

Saat gel selanjutnya teraplikasikan, maka akan jadi gumpalan di satu titik bocor. Sehingga menyebabkan ban kehilangan keseimbangan putaran.

Tidak hanya pengaruhi keseimbangan saja, tapi termasuk merusak pelek bagian dalam. Cairan selanjutnya miliki kandungan PH dan menyebabkan karat pada pelek. Jadi setelah mengisinya dengan nitrogen, Anda jangan pakai cairan tersebut.

 

Memperhatikan Saat Melepas Ban

Selain langkah isikan angin ban tubles, ada banyak hal yang kudu Anda perhatikan. Salah satunya memperhatikan saat melepasnya. Pada prinsipnya jangan di terlepas disaat belum berkenan di tambal. Namun kalau pelepasan dijalankan di tempat tambal ban maka sanggup segera diperbaiki.

 

Jangan Membawa Beban Berlebih

Pada dasarnya, setiap ban miliki standar kebolehan beban masing-masing. Jika membawa beban berlebihan maka tidak hanya motor saja yang rusak, tapi termasuk ban tubles Anda.

Tidak hanya paham langkah isikan angin ban tubles saja, tapi termasuk Mengenakan ban sesuai wejangan dengan mengacu pada load indek serta speed symbol. Panduan yang memberi informasi bagaimana ban sanggup menghindar beban serta batas kecepatan maksimum aman.

Misalnya pada dinding ban tertulis 90/80-17 M/C 46S maka load index adalah 46. Artinya ban sanggup menghindar beban sampai 170 kg.

 

Cek Expired Ban Tubles Saat Membeli

Tidak hanya product makanan saja yang ada expirednya, ban tubles termasuk miliki tanggal kadaluarsa. Ban yang telah expired biasanya lebih keras, karetnya telah getas dan kaku. Oleh karena itu, melakukan pemeriksaan expired saat membelinya.

Untuk paham expired ban silahkan cermati wejangan yang tertulis di garis lingkar pada ban bagian samping. Sebagai perumpamaan 3103 yang berarti dibikin pada minggu ke 31 th. 2003. Jika tertulis kode selanjutnya maka kadaluarsanya sekitar 6 tahun.

 

Cek Ban dan Jangan Biarkan Kempes Terlalu Lama

Jika ban Anda kempes maka jangan biarkan benar-benar lama. Segera isikan angin ban tubles dengan nitrogen. Jangan memaksakan ban kempes untuk digunakan. Karena ini justru merusak ban dan akhirnya velg akan rusak. Velg tidak akan presisi bentuknya dan sudah pasti meningkatkan ongkos perbaikan.

 

Alasan Memilih Ban Tubeless Untuk Berkendara

Ban tubles miliki kelebihan yang mencolok. Kelebihan selanjutnya yang menjadikannya sebagai bagian berasal dari product kendaraan.

Alasan mutlak yang mendasari seseorang memilih ban tubeless adalah lebih untungkan saat berkendara. Jika terjadi kebocoran ban tidak akan segera kehilangan angin seketika.

By toha