Cerita Rakyat Tentang Kelinci Cerewet yang Sombong

Sifat sombong adalah sifat yang buruk dan wajib untuk dihindari. Namun banyak orang yang lengah sehingga perlunya ada cerita kesombongan untuk menyadarkan. Terutama anak kecil tentunya lebih suka cerita rakyat dengan kisah yang bermakna di dalamnya.

Dengan adanya cerita ini tentunya mereka bisa mengambil makna yang diberikan di balik kisahnya. Cerita ini bisa diajarkan oleh orang tua untuk memberikan nasihat secara terselubung. Adapun kisah yang bisa digunakan adalah Cerita Kelinci yang Sombong.

Cerita Rakyat Tentang Kelinci Cerewet yang Sombong

Cerita rakyat ini dimulai di dalam sebuah hutan yang luas. Banyak binatang yang sedang berkumpul di tepi sungai untuk berbincang-bincang. Seperti biasa di sana ada Kura-Kura dan juga Kelinci yang dikenal banyak bicaranya.

Seperti yang biasa dilakukannya setiap hari Kelinci cerewet ini tengah menyombongkan apa yang dimilikinya. Dia membanggakan kakinya yang sangat panjang dan berkata bahwa bisa berlari lebih cepat dari siapa pun. Dia juga membandingkan kecepatan larinya dengan Kura-Kura yang dianggapnya lebih lambat.

Kura-Kura jelas tidak terima karena dianggap lambat dalam berlari kemudian dia membela diri. Namun Kelinci nampaknya belum puas sebelum Kura-Kura merasa dipermalukan. Akhirnya Kura-Kura menantang kelinci dalam perlombaan lari untuk membuktikan siapa yang menang.

Kelinci tertawa sangat keras karena dari segi mana pun dialah yang nantinya pasti akan menang dibandingkan Kura-Kura. Namun Kura-Kura sangat serius dan menantang Kelinci agar bisa tahu siapa yang lebih cepat nantinya. Sebenarnya Kura-Kura takut dan bingung karena Ia tidak tahu bagaimana caranya mengalahkan Kelinci.

Lomba lari yang diadakan harus mengelilingi hutan dan melintasi jembatan. Siapa yang bisa sampai duluan dialah nanti yang menjadi pemenangnya. Kelinci sangat santai karena dia merasa dialah nanti yang akan menang tidak mungkin Kura-Kura. Akhirnya pluit pun ditiup untuk menandakan pertandingan dimulai.

cerita rakyat 1

Kelinci berlari sangat kencang mendahului Kura-Kura dengan penuh kesombongannya. Sementara Kura-Kura merasa sangat lelah dan tidak bisa mengungguli Kelinci. Hanya saja dia tidak akan menyerah sebelum bisa mengalahkan Kelinci.

Pada akhirnya Kura-Kura tertinggal sangat jauh dan Kelinci sudah sampai ke batas jembatan hutan yang dimaksud tadi. Namun jembatan dari kayu yang lapuk itu akhirnya patah. Hal ini membuat Kelinci terperosok ke dalam sungai dan hampir tenggelam.

Dia pun berteriak untuk meminta tolong namun tidak ada satu pun yang mendengar suaranya karena hutan sedang sepi. Semuanya sudah berkumpul di garis finish untuk menunggu pemenangnya. Dia menjadi berputus asa dan merasa inilah akhir dari hidupnya. Namun dia salah karena tidak lama kemudian Kura-Kura pun datang setelah lelah berlari.

Meskipun nafasnya terengah-engah dia tetap mencari suara Kelinci yang membutuhkan pertolongan. Kura-Kura memiliki kemampuan berenang yang cukup baik sehingga bisa menyelamatkan Kelinci dengan cepat. Dia tidak peduli kejahatan dari Kelinci dan tetap menolongnya dengan tulus.

Dia pun menghampiri Kelinci dan menolongnya untuk bisa naik ke daratan. Kelinci sangat malu karena meskipun dia sudah jahat namun Kura-Kura tetap mau untuk menolongnya. Akhirnya mereka saling memaafkan dan berteman baik.

Dari kisah ini bisa diambil makna bahwa jangan terlalu sombong dengan apa yang dimiliki. Terlebih sampai meremehkan apa yang orang lain miliki. Padahal kita masih membutuhkan bantuan orang lain dan tidak bisa hidup sendirian tentunya.

Dalam cerita rakyat tentang kesombongan harusnya menjadikan pembelajaran untuk selalu menghargai orang lain. Perlu dipahami bahwa masing-masing makhluk hidup memiliki kelebihannya masing-masing. Jadi tidak ada yang jauh lebih baik maupun yang lebih buruk, semuanya sama di mata Tuhan.