5 Kombinasi Zat Gizi yang Baik Jika Dikonsumsi Bersamaan

Setelah melahirkan, fase berikutnya yang harus dialami oleh seorang ibu adalah menyusui bayinya. Karena fungsi ASI sangat penting bagi pertumbuhan bayi, maka seorang ibu membutuhkan asupan gizi yang sangat dibutuhkan bagi ibu menyusui.

Zat Gizi Yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

  1. Protein

 

Pada saat menyusui, ibu masih membutuhkan tambahan asupan protein. Karena protein ini merupakan zat gizi penting yang sangat diperlukan dalam membangun serta memperbaiki berbagai jaringan dalam tubuh. Selain itu, protein juga sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi di awal-awal masa kehidupannya. Bagi ibu sendiri, protein juga banyak dibutuhkan guna membantu pemulihan setelah kehamilan dan persalinan. Untuk mendapatkan kandungan protein ini, ibu bisa mendapatkan dari makanan seperti daging, ayam, susu, keju, telur, yoghurt, ikan dan seafood, serta sumber protein lainnya.

Kebutuhan (AKG 2013) : 76-77 gram per hari

 

  1. Zat Besi

 

Perlu diketahui bahwa kebutuhan akan zat besi sangat tinggi pada ibu menyusui.Dimana, zat besi ini dibutuhan untuk mencegah anemia setelah melahirkan. Jika ibu tidak anemia setelah melahirkan dan menyusui secara eksklusif, biasanya ibu tidak membutuhkan suplemen zat besi. Hal ini terjadi karena biasanya ibu tidak mengalami periode menstruasi selama 4-6 bulan pertama setelah melahirkan. Sehingga tidak ada zat besi yang hilang melalui darah menstruasi. Sedangkan bagi ibu yang mengalami anemia pasca melahirkan biasanya membutuhkan supleman zat besi. Untuk bisa mencukupi kebutuhan zat besi ini, ibu bisa menemukannya di makanan seperti daging, ayam, ikan dan seafood, kuning telur, dan sayuran hijau (seperti brokoli dan bayam).

 

Kebutuhan (AKG 2013) :

 

  • 6 bulan pertama menyusui : 32 mg per hari
  • 6 bulan kedua menyusui : 34 mg per hari

Selain zat gizi di atas, ada beberapa zat gizi lainnya yang sangat dibutuhkan oleh ibu menyusui seperti kalsium, vitamin C, vitamin E, kalium, dan kolin.

Cara Meningkatkan Produksi ASI

Untuk meningkatkan produksi ASI, bunda bisa coba menggunakan Domperidone. Produk ini merupakan obat yang berfungsi untuk meredakan mual dan muntah. Obat yang tersedia dalam bentuk tablet 10 mg, sirup dan drop ini bekerja dengan mempercepat gerakan saluran pencernaan, sehingga makanan yang ada di dalam lambumg menjadi lebih cepat menuju usus. Dengan begitu, rasa mual pun akan semakin berkurang.

Selain untuk mengatasi mual dan muntah, obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi gangguan gerakan saluran pencernaan, seperti gastroparesis. Bukan hanya itu, domperidone juga bisa dimanfaatkan guna merangsang atau memperbanyak produksi ASI.

Kondisi merangsang produksi ASI:

  • Dosis awal 1- mg, 3 kali sehari. Apabila setelah seminggu hasilnya belum optimal, maka dosis bisa ditingkatkan menjadi 20 mg, 3 kali sehari.

Interaksi Obat

Berikut beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan domperidone:

  • Bromocriptine, pengaruhnya dapat menghambat efektivitas obat tersebut.
  • Analgesik opioid (seperti morfin) dan antimuskarinik (seperti atropin), pengaruhnya dapat menghambat efektivitas obat domperidone.
  • Penghambat CYP3A4, seperti itraconazole atau ketoconazole, pengaruhnya dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan irama jantung.

Efek Samping dan Bahaya Domperidone

Adapun efek samping yang bisa muncuk akibat penggunaan obat ini adalah:

  • Sakit kepala
  • Merasa kepanasan
  • Mata merah
  • Mulut kering
  • Payudara terasa nyeri
  • Keluar air susu dari payudara
  • Terjadi pembengkakan payudara pada pria
  • Gangguan menstruasi pada wanita

 

 

 

By sartika